Diskursus demokrasi baru sebatas tokoh, bukan ideologi atau program

Beberapa temuan utama dari analisis konten X/Twitter:

  • Ada pandangan yang setuju dengan pentingnya kesetaraan hak dan perlakuan bagi semua warga, kebebasan berekspresi dan berserikat, kesetaraan gender dalam politik, serta sikap toleran. Namun, warga menilai kondisi ideal ini belum sepenuhnya terwujud. Sebagian merasa pemerintah sering mengabaikan aspirasi rakyat, terutama di akar rumput.
  • Diskursus publik, khususnya di platform X, lebih banyak membicarakan figur politik daripada isu kebijakan atau ideologi. Hal ini menegaskan temuan literatur sebelumnya bahwa warga lebih fokus pada tokoh pemimpin dibanding ideologi atau program, menunjukkan ciri demokrasi personalistik.
  • Mahasiswa —dengan dukungan akademisi— sering dianggap sebagai motor penggerak aksi protes.
Penerbit
Jumlah sampel (N)
Rentang usia sample
Tahun
Metode sampling
Metode