- Kurang dari seperempat responden (23%) pernah mendengar istilah “energi terbarukan” sebelum penelitian dilangsungkan. Dari kelompok tersebut, 65% memahami energi terbarukan hanya sebagai “energi yang datang dari alam”.
- Pengetahuan awal responden tentang sumber energi yang mereka gunakan sekarang tidak konsisten.
- Banyak responden mempercayai anggapan salah bahwa listrik yang mereka gunakan sehari-hari berasal dari sumber yang berkelanjutan seperti sinar matahari, angin, atau air. Di saat yang sama, 76% responden secara akurat menyatakan bahwa batu bara merupakan sumber energi utama dari tenaga listrik di Indonesia.
- Keyakinan luas bahwa Indonesia kaya akan sumber daya alam kami duga berkontribusi pada pandangan responden bahwa mereka tidak perlu khawatir tentang ketahanan energi. Akan tetapi, sebagian besar (77%) juga menjawab bahwa mereka tahu Indonesia mengimpor minyak bumi.
- Tidak ada kesadaran akan gentingnya isu energi terbarukan di kalangan responden.
- Energi terbarukan tidak menempati peringkat tinggi dalam isu-isu yang menjadi perhatian responden. Isu-isu seperti kesenjangan ekonomi, kemiskinan, dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas, sementara lingkungan hidup menempati peringkat keempat (35%) dan ketersediaan listrik/bahan bakar berada di peringkat keenam (24%) dalam hal dampak harian yang dirasakan.
- 50% responden juga tidak menyadari bahwa energi fosil seperti minyak bumi dan batu bara suatu saat akan habis.
Kebanyakan orang Indonesia memiliki tingkat kesadaran dan pemahaman rendah tentang energi terbarukan dan isu energi pada umumnya.
| Penerbit | Jumlah sampel (N) | Rentang usia sample | Tahun |
| Metode sampling | Metode | ||