Masyarakat merasa tidak terlibat dalam proses pembangunan dan percaya bahwa pemerintah adalah pihak yang paling tahu.

Beberapa temuan dari FGD, Q-Methodology, dan Analisis konten di media sosial X/Twitter

  • Masyarakat cenderung memahami pembangunan sebagai proyek infrastruktur fisik, seperti jalan, sekolah, fasilitas kesehatan, atau waduk. Pembangunan non-fisik seperti reformasi pendidikan, reformasi birokrasi, atau pelestarian lingkungan belum dianggap sebagai bagian dari pembangunan.
  • Masih banyak masyarakat merasa bahwa mereka bukan penerima manfaat dari pembangunan atau tidak dilibatkan di proses pembangunan. 
  • Kepercayaan bahwa pemerintah adalah pihak yang paling tahu cara mengembangkan Indonesia menjadi negara yang maju masih dominan di kalangan masyarakat. 
  • Pembangunan dianggap berhasil oleh masyarakat awam apabila dapat mempermudah ekonomi mereka sehari-hari. 
  • Masyarakat percaya bahwa pembangunan seharusnya didasarkan pada prinsip proporsionalitas, yaitu semakin besar usaha yang dikeluarkan maka mereka berhak mendapatkan pembangunan atau bantuan sosial yang setimpal.

Tema yang paling banyak muncul dari diskusi kelompok terpumpun di wilayah PSN (Proyek Strategis Nasional)

 

Penerbit
Jumlah sampel (N)
Rentang usia sample
Tahun
Metode sampling
Metode