Orang Indonesia percaya kerja sama warga dan pemerintah bisa mengurangi kerusakan lingkungan, tetapi masih bingung atau ragu untuk bertindak sendiri.

  • Hanya 26% responden yang percaya manusia bisa dan akan mengurangi kerusakan lingkungan. Kebanyakan kurang optimistis karena masih belum jelas apa yang harus dilakukan (31%), atau percaya bahwa orang-orang tidak punya kemauan untuk mengubah perilaku (juga 31%). 
    • Terlepas dari kurang optimisnya responden tentang kemampuan manusia mengurangi dampak kerusakan lingkungan yang disebabkan manusia sendiri, sebagian besar percaya bahwa warga Indonesia (72%) dan pemerintah (76%) bisa bekerja sama mengurangi kerusakan lingkungan. 
    • Dalam keadaan mendesak, orang Indonesia mungkin yakin pemerintah akan bertindak tepat, dan masyarakat bisa saling bantu mengurangi dampak kerusakan lingkungan. Pola ini biasa terjadi saat bencana alam dan terakhir terjadi pada masa pandemi COVID. 
  • 8 dari 10 orang merasa punya kewajiban untuk menjaga lingkungan dan mengaku punya nilai sama dengan mereka yang bekerja untuk menjaga lingkungan. Tetapi, 3 dari 10 orang merasa ragu atau enggan dianggap sebagai aktivis lingkungan.
  • Namun, ketika ditanya tentang pengalaman atau minat mereka sendiri untuk bertindak, hanya sedikit yang mengaku pernah atau berminat. Jumlah responden yang mengaku pernah berpartisipasi dalam aksi kolektif untuk membela lingkungan kurang dari 15%, dan kebanyakan hanya mengikuti kegiatan yang berisiko kecil seperti menyumbang ke OMS (18%) atau menyatakan pendapat di media sosial (17%). Meski demikian, cukup banyak (39%) yang mengaku berminat menjadi sukarelawan di organisasi lingkungan.
Penerbit
Jumlah sampel (N)
Rentang usia sample
Tahun
Metode sampling
Metode