Beberapa temuan utama dari survei nasional:
- Masyarakat Indonesia benar ingin tinggal di negara yang menurut mereka demokratis. Namun apa yang publik anggap ciri negara demokratis beda dengan kriteria akademisi dan aktivis.

- Publik menilai demokratis-tidaknya sebuah negara dalam 6 dimensi yang tidak semuanya sejalan dengan prinsip demokrasi liberal:
- Concentration of power: Demokratis jika kekuasaan pemerintah terpusat tanpa adanya lembaga penyeimbang
- Civic freedom: Demokratis jika warga bebas menyampaikan pendapat dan berasosiasi selama tetap tertib
- Family state: Demokratis jika peran pemerintah dianggap sebagai “kepala keluarga” yang paling tahu apa yang terbaik
- Majoritarian rule: Demokratis jika kelompok minoritas (selain kelompok LGBTQ) sebaiknya mengikuti kehendak mayoritas
- Anti-LGBTQ: Demokratis jika hak-hak LGBTQ sebaiknya tidak dilindungi
- Election with executive interference: Demokratis jika pemilu diselenggarakan dengan campur tangan pemerintahDari enam dimensi, hanya satu yang sejalan dengan prinsip demokrasi liberal, yaitu kebebasan sipil (civic freedom).
Rerata skor dimensi demokrasi
(Skor berkisar antara 1 hingga 6. Semakin tinggi skor, responden semakin cenderung meyakini bahwa pernyataan-pernyataan dalam dimensi tersebut merupakan ciri-ciri negara demokratis)

- Populasi Indonesia mempunyai pondasi moral yang konsisten dengan pandangan konservatisme. Pondasi moral diadaptasi dari instrumen Moral Foundation Questionnaire versi 2 yang disusun oleh Atari et al., (2023), terdiri dari enam dimensi:
- Kasih (Care): Intuisi tentang menghindari menyakiti emosi dan fisik individu lain
- Kesetaraan (Equality): Intuisi tentang perlakuan dan hasil (outcome) yang sama untuk setiap individu
- Proporsionalitas (Proportionality): Intuisi tentang individu yang mendapat imbalan yang sebanding dengan usaha atau kontribusinya
- Loyalitas (Loyalty): Intuisi tentang kesetiaan dengan kelompok dalam (ingroup) dan bersaing dengan kelompok luar (outgroup)
- Otoritas (Authority): Intuisi tentang penghormatan terhadap otoritas yang sah dan mempertahankan tradisi, yang semuanya dipandang dapat memberikan stabilitas dan menangkis kekacauan
- Kesucian (Purity): Intuisi tentang menghindari nista dan degradasi jasmani dan rohani
Rerata skor pondasi moral
(Skor berkisar antara 1 hingga 5)

- Tidak ada segmen populasi yang liberal secara sosial, ataupun yang demokratis sepenuhnya. Ada tiga segmen populasi Indonesia yang kami identifikasi berdasarkan cara mereka memaknai demokrasi dan fondasi moral. Melalui teknik K-means cluster analysis, muncullah tiga segmen: Konservatif Otoritarian (32%), Konservatif Quasi-Demokrat (27.9%), Apatis Moral Otoritarian (40.1%).
