- Harapan masyarakat terhadap ekosistem KLB sudah cukup jelas, antara lain penambahan SPKLU, subsidi kendaraan dan suku cadang, insentif pajak, cicilan dan asuransi terjangkau, edukasi dari sumber kredibel, pembatasan kendaraan konvensional, jaminan kualitas dan layanan purnajual, pengelolaan limbah baterai, serta jaminan tarif listrik tidak naik.
- Namun, peserta masih melihat transisi ke KLB sebagai agenda masa depan, bukan sesuatu yang mendesak. Menurut mereka, pemerintah sebaiknya memprioritaskan pembenahan infrastruktur yang sudah ada, seperti jalan dan transportasi umum.
- Ketika ditanya bagaimana masyarakat bisa mendukung transisi ke KLB, peserta cenderung menyebut membeli kendaraan listrik. Bentuk dukungan lain yang mereka sebut pun pasif, seperti membantu promosi dan bercerita ke teman. Sebagian besar tuntutan mereka arahkan ke industri KLB, bukan ke pemerintah.
- Terdapat empat alasan masyarakat enggan mendesak pemerintah: rendahnya ekspektasi terhadap pemerintah, merasa tidak punya kuasa, takut mendapat sanksi jika bersuara, dan menganggap KLB sebagai urusan bisnis dan lobi politik.
Warga punya harapan yang jelas terhadap ekosistem KLB, tetapi tidak merasa bisa mendesak pemerintah.
| Penerbit | Jumlah sampel (N) | Rentang usia sample | Tahun |
| Metode sampling | Metode | ||